Bukit Jamur Tempat Wisata Baru di Gresik

Bukit Jamur Tempat Wisata Baru di Gresik. Gresik adalah salah satu kota industri di Jawa Timur, Indonesia. Kota ini memiliki puluhan atau bahkan ratusan pabrik. Banyak orang berduyun-duyun ke kota ini untuk mencoba keberuntungan mereka. Di balik hiruk pikuk suasana kota dan aktivitas industri yang padat, ternyata di Gresik ada tempat wisata yang sedang naik daun dan wajib dikunjungi saat berada di kota ini. Tempat wisata adalah Bukit Jamur yang terletak di bekas tanah galian kapur. Saat ini bekas tanah galian batu kapur adalah tujuan wisata utama di Gresik.

Bukit Jamur
Bukit Jamur

Daerah bekas penggalian batu kapur ini dinamai Bukit Jamur karena batu-batu besar di tanah ini berbentuk seperti jamur, dan juga daerah sekitarnya yang memiliki banyak bukit kapur yang terbentuk dari sisa-sisa galian batu kapur. Dan di jadikan tempat wisata terbaru.

Bukit Jamur, yang terletak di bekas tambang batu kapur di bukit kaliwot, menurut pemilik galian C, Irsyad Raharja, menyatakan bahwa lokasi tersebut mulai digali dari tahun 1992 hingga 2008, dan sejak 2010 area penggalian telah dibuka. kepada publik. Awalnya lokasi itu hanya digunakan sebagai tempat berburu foto, terutama foto pranikah.

Batu berbentuk jamur adalah jenis batu keras yang sengaja ditinggalkan karena tidak dapat diambil. Bagian yang dikeruk hanya daerah sekitarnya. Akibat terkena panas dan hujan matahari, akhirnya batu itu perlahan mulai terkikis untuk membentuk tudung jamur di bagian atas, sedangkan di bagian bawah membentuk tebing vertikal yang menyerupai batang jamur.

Penggalian bekas pada akhirnya tampaknya ditumbuhi jamur baru yang sangat besar. Setidaknya ada 40 batu berbentuk jamur di lokasi seluas 3 hektar ini. Ketinggian batu berbentuk jamur ini bervariasi, mulai dari ukuran 2 meter hingga yang tertinggi berukuran sekitar 7 meter.

Apa Daya Tarik Dari Wisata Bukit Jamur?

Bentuk batu yang unik ini menjadikan Bukit Jamur tempat yang menarik bagi wisatawan, terutama bagi mereka yang memiliki hobi mengambil foto atau gaya selfie. Tempat ini semakin terkenal dengan promosinya di internet dan media sosial. Apalagi setelah dikunjungi oleh selebritas Vicky Nitinegoro melalui program televisi My Trip My Adventur, bahkan Menteri Desa Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar juga mengunjungi tempat ini.

Banyaknya antusiasme pengunjung yang datang menunjukkan bahwa Mushroom Hill menjadi fenomena yang penuh pesona. Sampai sekarang, bekas penggalian ini telah menjadi salah satu ikon wisata di kota Gresik. Awalnya nama bukit ini adalah Bukit Dakar, tetapi mengingat bahwa nama Dakar tidak enak didengar dan merasa tidak laku, akhirnya nama Dakar diubah menjadi jamur, karena bentuknya secara bertahap menjadi lebih seperti jamur.

Menurut kepala desa Bungah, tempat objek wisata ini berada, setidaknya setiap minggu ada sekitar 5.000 pengunjung yang datang berombak dari pagi hingga matahari terbenam. Menteri Pengembangan Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang telah mengunjungi tempat ini bahkan menganggap bahwa objek wisata ini perlu dikembangkan dengan melibatkan masyarakat sekitar untuk menjadi potensi wisata desa setempat. Perusahaan Properti Pondok Bunga Indah, yang merupakan pemilik lahan pertambangan, berencana untuk mengembangkan daerah perumahan tepadu dengan wisata alam.

Baca juga : Berwisata Bersama Keluarga di Taman Blambangan

Objek wisata bukit jamur ini adalah daya tarik utama tidak hanya bagi masyarakat Gresik, bahkan ketenarannya mencapai Surabaya, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto. Tempat wisata yang dulunya merupakan tanah kapur digali hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu, karena selain hari itu, tempat ini ditutup untuk umum.