Bernostalgia di Kota Wisata Kota Gede Yogyakarta

Bernostalgia di Kota Wisata Kota Gede Yogyakarta. Membahas masalah wisata sejarah dan budaya nampaknya sulit untuk tidak melibatkan Yogyakarta di dalamnya. Kenapa begitu? Faktanya adalah Yogyakarta memang yang paling tebal dalam hal sejarah dan budaya, salah satunya adalah Kota Gede. Tempat wisata di Indonesia yang berada di Jogja cukup kental dengan unsur budaya yang berkaitan dengan sejarah, terutama pada masa penjajahan Belanda, dan Jogja juga menjadi surga pariwisata bagi wisatawan yang menyukai budaya dan keindahan Indonesia yang kental karena wisata alamnya.

Kota Gede
Kota Gede

Tempat wisata yang kental dengan nuansa budaya bukan satu-satunya alasan jutaan turis datang ke Yogyakarta. Semua orang tahu Jogja adalah kiblat wisata di Indonesia. Tengok saja Pantai Parangtritis, Benteng Vredeburg, Malioboro, Taman Pintar dan puluhan pantai di Kabupaten Gunung Kidul, yang merupakan beberapa dari ratusan tempat wisata di Yogyakarta yang membuat wisatawan tidak pernah lelah menghabiskan waktu liburan di Kota Gede.

Kembali ke tempat wisata Kota Gede Yogyakarta, seperti yang dikatakan di awal tempat ini, memang kental dengan sejarah. Bagi mereka yang suka menggali informasi tentang fakta sejarah di tempat-tempat tertentu, Kota Gede Jogja ini adalah tempat yang tepat. Kota Tua, demikian juga julukan lain Kota Gede. Istilah ini cukup masuk akal karena sebagian besar bangunan di sini memang bangunan tua yang bersejarah.

Fakta Sejarah Kota Gede

Begitu menginjakkan kaki di Kota Gede, pengunjung Yogyakarta tampaknya dibawa oleh mesin ke abad ke-17. Di sini tidak kurang dari 170 bangunan kuno tetap berdiri kokoh hari ini. Dikatakan bahwa bangunan tua adalah bangunan yang didirikan antara tahun 1700 dan 1930 dengan desain arsitektur yang berbeda. Di sini pengunjung bebas menelusuri setiap sudut bangunan satu per satu.

Apa Saja Tempat Wisata di Kota Gede?

Secara historis, Kota Gede Yogyakarta pernah menjadi ibu kota kerajaan Islam, Mataram. Dikatakan bahwa kerajaan Mataram menguasai hampir semua wilayah di Jawa. Kerajaan ini mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo di mana perkembangannya begitu pesat di semua wilayah. Seiring waktu, kerajaan mengalami masalah internal yang kemudian menyebabkan perpecahan. Meskipun masa kejayaannya berakhir tetapi kerajaan Mataram mewarisi banyak bangunan bersejarah yang mendunia hingga saat ini.

Dari waktu ke waktu kota Gede menjadi lebih ramai, penduduknya juga meningkat dengan cepat meskipun itu bukan lagi ibu kota kerajaan. Salah satu peninggalan kerajaan yang sampai sekarang tetap tidak berubah, yaitu Masjid Kota Gede, Reruntuhan Benteng, Kompleks Makam Pendiri Kerajaan, Rumah Tradisional dan Toponim Desa yang hingga kini telah selamat dari pemerintahan lama .

Pasar Tradisional Tertua

Pasar Tradisional Kota Gede telah ada sejak zaman Kerajaan Mataram dan masih aktif sampai sekarang. Aktivitas jual beli semakin meluas di mana penjual dan pembeli berinteraksi satu sama lain di pasar tradisional tertua di Yogyakarta. Bangunan itu memang direnovasi beberapa kali tetapi tidak mengubah struktur arsitektur. Dari Pasar Tradisional Kota Gede, pengunjung dapat berjalan ke Selatan untuk mengunjungi situs bersejarah berikutnya seperti Reruntuhan Benteng Dalam, Beringin Kurung atau ke area Makam Pendiri Kerajaan.

Baca juga : Tempat Wisata Pantai Indonesia yang Ada di Jawa Tengah!

Kompleks Makam Pendiri Kerajaan

Pemakaman Pendiri Kerajaan terletak di Selatan Pasar Gede Kota Gede Yogyakarta, jaraknya sekitar 100 meter dan cukup berjalan kaki. Di kompleks ini, tembok tinggi berdiri kokoh melindungi makam tokoh-tokoh pendiri Kerajaan Mataram. Begitu masuk area kompleks pengunjung akan disambut oleh gerbang arsitektur Hindu. Setiap gerbang memiliki pintu kayu tebal dengan berbagai ukiran indah. Pintunya terlihat sangat kokoh karena lebih tebal dari pintu pada umumnya.